Jakarta — Upaya pencarian fakta yang dilakukan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI bersama Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) terkait dugaan pelecehan seksual dan kekerasan terhadap atlet oleh oknum pelatih berinisial HB mendapat dukungan penuh dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat.
Dukungan kepada Erick Thohir dan jajaran Kemenpora tersebut disampaikan Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, dalam siaran persnya, Minggu (1/3).
“Saya selaku Ketua Umum KONI Pusat, memberikan dukungan untuk Kemenpora dan FPTI dalam upaya pendalaman atas dugaan pelecehan seksual oleh salah satu pelatih,” ucapnya.
Ketua Umum KONI Pusat berharap perilaku pelecehan seksual tidak pernah terjadi lagi dalam olahraga Indonesia. Pasalnya, tindakan tersebut mencederai nilai-nilai olahraga yang menjunjung tinggi sportivitas, saling menghargai, serta ketaatan terhadap aturan yang berlaku.
“Atlet, pelatih dan ofisial adalah Patriot Olahraga Indonesia yang harus dilindungi,” sebut Marciano.
Karenanya, Ketum KONI menyatakan harus ada sanksi tegas yang diberikan kepada pelaku apabila memang terbukti melakukan pelecehan seksual dan kekerasan.
“Apabila terbukti terjadi, sanksi tegas harus diberikan sesuai peraturan yang berlaku agar ke depan, hal tersebut tidak terulang. Prestasi yang telah dicapai dan membanggakan harus diimbangi dengan keteladanan sebagai pelatih, bukan tindakan tidak terpuji yang membuat para atlet, pelatih lain dan masyarakat olahraga kecewa,” pungkas Marciano.
Sebelumnya, Erick Thohir menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik terhadap atlet di lingkungan pemusatan latihan nasional (pelatnas) panjat tebing. Ia juga menggagas saluran pengaduan bagi atlet yang pernah atau sedang menjadi korban kekerasan seksual. Korban dapat mengirimkan laporan ke pengaduan.atlet@kemenpora.go.id.
“Saya akan pastikan kalau ada oknum-oknum yang melakukan pelecehan seksual kepada atlet kita, saya akan dorong tim bekerja keras untuk investigasi dan hukum seumur hidup (larangan terlibat di olahraga), dan kalau perlu dibawa ke polisi,” tegas Menpora Erick.














