Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

Universitas Mercu Buana Dorong UMKM Kedaung Kali Angke Perkuat Branding dan Pemasaran Digital

1
×

Universitas Mercu Buana Dorong UMKM Kedaung Kali Angke Perkuat Branding dan Pemasaran Digital

Share this article

Jakarta – Universitas Mercu Buana terus mendorong transformasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar lebih kompetitif di era digital. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), tim dosen Universitas Mercu Buana menyelenggarakan pelatihan “Transformasi Komunikasi Pemasaran UMKM melalui Digital Content Marketing dan Redesain Visual Produk” bagi 30 pelaku usaha rumahan produsen peyek dan bawang goreng di Kelurahan Kedaung Kali Angke, Jakarta Barat, Senin (20/7).

Kegiatan ini merupakan bagian dari Skema Pemberdayaan kepada Masyarakat (PKM) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Tahun 2026. Peserta merupakan pelaku UMKM yang dibina melalui Tim Penggerak PKK Kelurahan Kedaung Kali Angke.

Example 300x600

Pelatihan disusun berdasarkan hasil survei lapangan yang dilakukan tim pada 12 Juli 2026. Hasil survei menunjukkan bahwa produk mitra telah memiliki kualitas rasa yang baik, namun masih menghadapi sejumlah tantangan dalam pengembangan usaha. Beberapa di antaranya adalah desain kemasan yang belum mencerminkan identitas produk, pemasaran yang masih terbatas melalui pesan pribadi WhatsApp, serta rendahnya kemampuan pelaku usaha dalam memproduksi konten digital sebagai media promosi.

Lurah Kedaung Kali Angke, M. Gufri Fatchani, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, penguasaan pemasaran digital menjadi kebutuhan penting bagi UMKM agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

“Pelatihan ini dapat membantu pelaku UMKM mengembangkan usahanya karena mereka belajar memanfaatkan media sosial dan membuat foto produk yang menarik untuk promosi,” ujarnya.

Materi pertama disampaikan oleh Anggi Almira Rahma, S.Ds., M.Ds. melalui sesi “Packaging Cerdas, UMKM Naik Kelas”.. Dalam pemaparannya, Anggi menjelaskan bahwa kemasan tidak lagi sekadar berfungsi sebagai pelindung produk, tetapi juga menjadi identitas merek dan salah satu faktor yang memengaruhi keputusan pembelian konsumen.

“Kemasan adalah hal pertama yang dilihat konsumen. Kemasan yang menarik dapat meningkatkan kepercayaan, memperkuat identitas produk, dan membuat produk lebih mudah dipilih di antara banyak pesaing,” jelasnya.

Selanjutnya, Melly Ridaryanthi, Ph.D. memberikan pelatihan mengenai strategi pemasaran digital melalui materi“Jualan Laris Manis dari Rumah. Peserta diperkenalkan pada pemanfaatan WhatsApp Business, Facebook Community, dan Instagram sebagai saluran promosi yang lebih efektif untuk memperluas jangkauan pasar.

Melalui metode pelatihan yang interaktif, peserta diajak berdiskusi sekaligus mempraktikkan penggunaan media digital dalam memasarkan produknya. Salah satu pesan utama yang disampaikan kepada peserta adalah bahwa keberhasilan memulai bisnis digital tidak bergantung pada teknologi yang rumit, melainkan pada kemauan untuk mulai memanfaatkan platform yang tersedia.

Sebagai penutup, peserta mengikuti sesi praktik pembuatan konten digital dan penyusunan kalimat promosi (copywriting) yang dipandu oleh Muthia Rahayu, M.Ikom, selaku ketua pelaksana kegiatan. Pada sesi ini, peserta mempraktikkan teknik fotografi produk menggunakan telepon pintar dengan pencahayaan alami serta belajar menyusun narasi promosi yang lebih menarik dan persuasif untuk media sosial.

Kegiatan juga melibatkan mahasiswa Universitas Mercu Buana sebagai pendamping praktik, yaitu Annisa Rahmawati, Ghaisan Riansyah Putra, Elvina Destinia Drazat, dan Andini Tri Utami. Kehadiran mahasiswa diharapkan dapat membantu peserta mengimplementasikan materi secara lebih optimal.

Ketua pelaksana kegiatan, Muthia Rahayu, M.Ikom, berharap pelatihan ini tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan, tetapi mampu menghasilkan perubahan nyata dalam cara pelaku UMKM membangun merek dan memasarkan produknya.

Melalui peningkatan kualitas kemasan, kemampuan membuat konten digital, serta strategi komunikasi pemasaran yang lebih efektif, UMKM diharapkan mampu meningkatkan daya saing dan memperluas akses pasar, baik melalui platform digital maupun jaringan ritel modern.

Sebagai tindak lanjut, tim pengabdian akan memberikan pendampingan kepada mitra untuk memastikan materi pelatihan dapat diterapkan secara berkelanjutan. Hasil kegiatan juga akan didiseminasikan melalui video di kanal YouTube LPPM Universitas Mercu Buana serta dipublikasikan dalam jurnal pengabdian kepada masyarakat terindeks SINTA sebagai bagian dari penyebarluasan praktik baik pemberdayaan masyarakat.

Tentang Kegiatan

Program ini merupakan bagian dari Skema Pemberdayaan kepada Masyarakat (PKM) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Tahun 2026 yang dilaksanakan oleh tim dosen Universitas Mercu Buana, terdiri atas Muthia Rahayu, M.Ikom (Ketua Pelaksana), Melly Ridaryanthi, Ph.D., dan Anggi Almira Rahma, S.Ds., M.Ds. sebagai anggota tim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *