Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BeritaOlahraga

Industri Golf Melesat: Mendorong Perputaran Ekonomi Triliunan Rupiah, Batam Jadi Contoh Pertumbuhan Paling Dinamis

28
×

Industri Golf Melesat: Mendorong Perputaran Ekonomi Triliunan Rupiah, Batam Jadi Contoh Pertumbuhan Paling Dinamis

Share this article

Batam – Industri golf di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan signifikan dan kini dinilai sebagai salah satu sektor olahraga dengan dampak ekonomi terbesar. Akademisi Universitas Negeri Jakarta, Yafi Velyan Mahyudi, menyampaikan hal tersebut dalam rangkaian kegiatan Batam Pro-Am Golf Tournament 2025 di Palm Spring Golf, Nongsa, Kota Batam, Sabtu (22/11/2025).

Yafi menegaskan bahwa golf, baik amatir maupun profesional, telah lama beroperasi sebagai industri dengan ekosistem ekonomi yang luas, terstruktur, dan berkelanjutan.

Example 300x600

Menurutnya, karakter industri golf telah terlihat sejak tahap pembangunan lapangan. Investasi tanah dan konstruksi yang besar menuntut manajemen dengan kalkulasi ekonomi jangka panjang. Dari sisi pengguna, mayoritas golfer berasal dari kelompok ekonomi menengah atas yang memandang golf sebagai aktivitas rekreasi sekaligus ruang memperluas jejaring bisnis.

“Setiap lapangan golf menyerap banyak tenaga kerja dan menggerakkan UMKM di sekitarnya. Dari perawatan rumput, operator golf cart, caddy, hingga kuliner dan transportasi, semuanya terlibat dalam rantai ekonomi besar yang beroperasi setiap hari,” jelas Yafi.

Batam Jadi Contoh Pertumbuhan Industri Golf yang Nyata

Yafi menyoroti Batam sebagai contoh nyata dinamika industri golf Indonesia. Meski tergolong kota kecil, Batam memiliki sedikitnya enam lapangan golf yang hampir selalu terisi penuh. Aktivitas harian terlihat dari kepadatan parkir hingga tingginya konsumsi layanan di area lapangan.

“Kalau lihat area parkir saja sudah kelihatan skalanya. Para pemain datang berjam-jam, makan, minum, menyewa peralatan, dan menggunakan berbagai layanan. Pergerakan ekonominya sangat besar,” katanya.

Ia menambahkan bahwa berbagai event golf juga menawarkan hadiah bernilai tinggi, termasuk mobil mewah untuk kategori hole-in-one, sehingga menarik sponsor besar dan memperkuat posisi turnamen sebagai magnet pariwisata.

Batam pun dinilai sebagai destinasi wisata golf unggulan. Akses yang dekat dari Singapura dan Malaysia serta biaya kompetisi yang relatif terjangkau membuat wisatawan Eropa dan Timur Tengah semakin memilih Batam sebagai tujuan rekreasi golf.

“Begitu ada event diumumkan, golfer asing langsung terbang ke Batam. Mereka menginap, makan, menyewa transportasi, dan berpindah lapangan untuk mencari tantangan. Ini yang membuat industri wisata golf terus hidup,” ujarnya.

Dampak Ekonomi Langsung: Hotel, Restoran, Transportasi

Mobilitas golfer domestik maupun mancanegara memberi dampak besar terhadap okupansi hotel, restoran, layanan transportasi, dan pusat belanja. Dalam satu event nasional dengan 200–300 peserta, pengeluaran rata-rata seorang golfer dapat mencapai Rp7–10 juta, mencakup tiket perjalanan, hotel berbintang, biaya lapangan, serta konsumsi.

“Kalau 200 peserta menghabiskan 10 juta per orang, itu sudah 2 miliar rupiah, belum termasuk pendamping, tim, sponsor, dan hadiah,” tegas Yafi.

Secara nasional, ia optimistis industri golf mampu mencapai nilai perputaran triliunan rupiah per tahun, mengingat operasional lapangan berlangsung setiap hari di ratusan daerah di Indonesia.

“Liga sepak bola saja menghasilkan lebih dari 10,4 triliun rupiah setahun. Golf beroperasi setiap hari, bukan hanya dua kali seminggu. Jadi saya sangat yakin angkanya juga berada di level triliunan,” papar Yafi.

Bukan Olahraga Elit, Tetapi Sumber Penghidupan Masyarakat

Meski sering dipersepsikan sebagai olahraga elit, Yafi menegaskan bahwa manfaat ekonomi golf justru dirasakan oleh masyarakat menengah ke bawah. Mulai dari pekerja lapangan, caddy, petugas kebersihan, hingga pelaku UMKM di sekitar lokasi lapangan.

“Golf tidak memiskinkan rakyat kecil. Justru menjadi sumber penghidupan. Mereka menerima gaji, bonus, dan tips. Saat lapangan ramai, pendapatan mereka juga naik,” ujarnya.

Selain itu, meningkatnya kunjungan wisata turut menaikkan pendapatan asli daerah melalui pajak hotel, restoran, dan transportasi.

Golf, Industri Strategis yang Terbukti Tangguh

Dengan berbagai indikator pertumbuhan tersebut, Yafi menyimpulkan bahwa golf merupakan salah satu olahraga paling strategis untuk dikembangkan sebagai industri berkelanjutan di Indonesia.

“Golf bukan hanya olahraga, tetapi industri dengan dampak luas bagi pariwisata, UMKM, tenaga kerja, hingga pendapatan daerah. Fakta bahwa hampir tidak ada lapangan golf yang tutup menunjukkan bahwa industrinya sangat sehat,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *