Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Olahraga

Ni Nengah Widiasih Buktikan Atlet Bisa Mandiri, Kembangkan Usaha Kuliner dari Bonus Prestasi

4
×

Ni Nengah Widiasih Buktikan Atlet Bisa Mandiri, Kembangkan Usaha Kuliner dari Bonus Prestasi

Share this article

Jakarta — Atlet para-powerlifting Indonesia asal Bali, Ni Nengah Widiasih, membuktikan bahwa masa depan atlet tidak selalu identik dengan ketidakpastian. Melalui pemanfaatan bonus prestasi dari pemerintah, ia kini merintis usaha kuliner sebagai langkah nyata menyiapkan masa depan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Menurut Ni Nengah, perhatian pemerintah terhadap atlet saat ini semakin meningkat dan memberikan dampak nyata. Dukungan tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong dirinya untuk berani memulai usaha di luar dunia olahraga.

Example 300x600

Ia resmi membuka rumah makan Babi Guling Balah Men Bingin di kawasan Kesiman, Denpasar, pada 17 Februari 2026. Usaha tersebut dilatarbelakangi oleh kemampuan memasak yang dimiliki keluarganya, terutama sang ayah yang telah lama dikenal piawai mengolah masakan khas Bali.

Selain sebagai pengembangan potensi keluarga, usaha ini juga menjadi bagian dari proses bangkit setelah kepergian sang ibu. “Keluarga saya memang jago masak, terutama bapak. Jadi kenapa tidak kita kembangkan? Sekalian supaya bapak punya kesibukan setelah ibu saya meninggal,” ujarnya.

Ni Nengah mengungkapkan bahwa rencana membuka usaha telah lama dipikirkan, namun baru terealisasi setelah menemukan lokasi yang tepat di akhir 2025. Ia mengaku sempat hampir menyerah dalam proses pencarian tempat. “Saya sempat bilang tidak usah cari lagi. Kalau memang rezeki pasti datang. Ternyata di akhir 2025 dapat info tempat ini dan langsung cocok,” tuturnya.

Usaha ini menjadi pengalaman baru bagi Ni Nengah, yang sebelumnya lebih fokus pada dunia olahraga dan investasi. Ia menyadari bahwa bisnis kuliner memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam pengelolaan operasional sehari-hari. “Ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Di balik satu hidangan ada banyak proses dan orang yang terlibat,” katanya.

Sebagai atlet yang telah meraih medali perunggu di Paralimpiade Rio 2016, perak di Paralimpiade Tokyo 2020, serta finis kelima di Paralimpiade Paris 2024, Ni Nengah memahami bahwa karier sebagai atlet memiliki batas waktu. Oleh karena itu, usaha yang dirintisnya menjadi bagian dari strategi jangka panjang menghadapi masa pensiun.

“Atlet tidak mungkin selamanya. Ini salah satu persiapan masa pensiun saya. Setidaknya sudah punya usaha dan bisa menciptakan lapangan pekerjaan,” tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa tujuan utama dari usaha ini bukan semata keuntungan finansial, tetapi juga memberikan manfaat bagi orang lain. “Saya tidak mau sukses sendirian. Kalau kita diberi rezeki lebih, jangan disimpan sendiri. Punya satu atau dua karyawan saja itu sudah sangat berarti,” ungkapnya.

Nama “Men Bingin” yang digunakan pada rumah makan tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada almarhum ibunya. Seluruh menu disiapkan langsung oleh sang ayah dengan penuh dedikasi dan rasa kekeluargaan. “Semoga yang datang bisa merasakan cinta di setiap masakan itu,” harap Ni Nengah.

Melalui langkah ini, Ni Nengah Widiasih menunjukkan bahwa atlet tidak hanya mampu berprestasi di arena olahraga, tetapi juga dapat membangun masa depan yang mandiri dan berkelanjutan melalui kewirausahaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *