Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Uncategorized

PLN Enjiniring Perkuat Pendidikan Vokasi melalui Peningkatan Kompetensi Guru dan Sarana Pembelajaran

1
×

PLN Enjiniring Perkuat Pendidikan Vokasi melalui Peningkatan Kompetensi Guru dan Sarana Pembelajaran

Share this article
PLN Enjiniring Perkuat Pendidikan Vokasi melalui Peningkatan Kompetensi Guru dan Sarana Pembelajaran

Jakarta – PLN Enjiniring terus memperkuat kontribusinya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Komitmen tersebut diwujudkan melalui program “Penguatan Pendidikan Vokasi melalui Peningkatan Kompetensi Guru dan Peningkatan Sarana Pembelajaran” di SMK Negeri 1 Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Bantuan program diserahkan secara simbolis oleh Sekretaris Perusahaan PLN Enjiniring, Anita Widyastuti, kepada Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Jakarta, Awalusilman, S.Pd., M.Pd. Dukungan tersebut mencakup peningkatan kompetensi guru serta sarana pembelajaran untuk menunjang kegiatan pendidikan vokasi di sekolah.

Example 300x600

Program ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas pendidikan vokasi agar semakin relevan dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (DUDIKA). Salah satu fokusnya adalah peningkatan kompetensi guru Jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL), sehingga proses pembelajaran dapat terus menyesuaikan dengan dinamika industri, perkembangan sektor ketenagalistrikan, serta transformasi menuju energi yang lebih berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya, pelatihan menghadirkan dua narasumber ahli, yakni Dian Budhi Santoso, S.T., M.Eng., IPM, yang memberikan materi mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di bidang kelistrikan, serta Prof. Herri Mulyono, Ph.D., yang memberikan penguatan mengenai pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) dalam pendidikan vokasi.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat mendukung transformasi pendidikan vokasi yang sejalan dengan perkembangan industri, khususnya dalam aspek teknologi, keberlanjutan, energi hijau, serta kemampuan berpikir kritis yang menjadi bagian penting dari kompetensi sumber daya manusia masa depan.

Keselamatan kerja juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pendidikan vokasi, khususnya dalam kegiatan pembelajaran praktik kelistrikan. Penguatan aspek K3 diharapkan membuat lulusan SMK tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga kesadaran dan kedisiplinan tinggi dalam menerapkan keselamatan kerja.

Kepala SMK Negeri 1 Jakarta, Awalusilman, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa penguatan kompetensi K3 menjadi salah satu aspek penting dalam mempersiapkan lulusan SMK agar semakin siap memasuki dunia kerja.

“Kompetensi K3 ini dapat menjadi kompetensi unggulan bagi lulusan SMK. Jadi anak-anak tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga memahami bagaimana bekerja dengan aman dan sesuai prosedur. Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN Enjiniring atas dukungan dan kolaborasi yang diberikan dalam memperkuat kompetensi guru serta kualitas pembelajaran di SMK Negeri 1 Jakarta. Kami berharap kolaborasi ini dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi para guru dan pada akhirnya meningkatkan kesiapan peserta didik dalam memasuki dunia kerja,” ujar Awalusilman.

Kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri menjadi penting untuk memastikan kompetensi yang diajarkan di sekolah tetap relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Melalui peningkatan kapasitas guru, pengetahuan dan kompetensi yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam proses pembelajaran sehingga memberikan dampak yang lebih luas kepada peserta didik.

Sekretaris Perusahaan PLN Enjiniring, Anita Widyastuti, menyampaikan bahwa pendidikan vokasi memiliki posisi strategis dalam mempersiapkan generasi muda agar mampu menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang. Menurutnya, perkembangan teknologi yang semakin cepat perlu diimbangi dengan peningkatan kompetensi tenaga pendidik secara berkelanjutan.

“SMK memiliki peran penting dalam mempersiapkan generasi muda untuk memasuki Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja. Di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat, Bapak dan Ibu guru juga perlu terus memahami dinamika serta kebutuhan industri agar kompetensi yang diberikan kepada siswa tetap relevan,” ujar Anita.

Selain peningkatan kompetensi guru, PLN Enjiniring juga memberikan dukungan sarana pembelajaran praktik bagi siswa berupa peralatan KNX yang nantinya dapat digunakan dalam kegiatan belajar mengajar praktik di sekolah secara berkelanjutan.

Direktur Utama PLN Enjiniring, Handy Wihartady, menegaskan bahwa penguatan pendidikan vokasi merupakan bagian penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu mengikuti transformasi sektor ketenagalistrikan dan energi.

“Sebagai perusahaan enjiniring di sektor ketenagalistrikan dan energi, PLN Enjiniring memandang pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan adaptif. Melalui program ini, kami ingin mendorong penguatan kompetensi guru agar pembelajaran semakin relevan dengan perkembangan teknologi, budaya keselamatan kerja, serta transformasi menuju energi yang lebih berkelanjutan. Kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri menjadi penting untuk mempersiapkan generasi yang siap menjawab tantangan masa depan,” ujar Handy.

Melalui program tersebut, PLN Enjiniring berharap kolaborasi antara dunia industri dan lembaga pendidikan semakin kuat dalam menciptakan ekosistem pendidikan vokasi yang berkualitas dan responsif terhadap perkembangan zaman.

Penguatan kompetensi guru, penerapan budaya K3, pembelajaran mendalam, serta pemahaman terhadap perkembangan teknologi dan energi hijau diharapkan dapat mendukung lahirnya lulusan yang kompeten, adaptif, berdaya saing, dan siap memasuki dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja.

Program “Penguatan Pendidikan Vokasi melalui Peningkatan Kompetensi Guru dan Peningkatan Sarana Pembelajaran” sekaligus menjadi bagian dari komitmen PLN Enjiniring untuk menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat melalui penguatan kualitas pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *