Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BeritaOlahraga

Annas Fitrah Akbar: Kreativesia Bukan Sekadar Lomba, Tapi Gerakan Pemuda Kreatif Nasional

46
×

Annas Fitrah Akbar: Kreativesia Bukan Sekadar Lomba, Tapi Gerakan Pemuda Kreatif Nasional

Share this article

Jakarta — Semangat kreatif dan kolaboratif generasi muda Indonesia kembali bersinar melalui Kreativesia 2025, ajang bergengsi yang mempertemukan ide, inovasi, dan ekspresi lintas daerah. Tak sekadar menampilkan karya, Kreativesia menjadi ruang penting bagi pemuda untuk menyuarakan gagasan tentang budaya dan identitas bangsa di tengah derasnya arus digitalisasi, Jum’at (31/10/2025).

Annas Fitrah Akbar, Founder Biuus Indonesia sekaligus salah satu juri Kreativesia 2025, menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini.

Example 300x600

Baca juga: Kreativesia Pekan Kreativitas Pemuda Indonesia untuk Pengembangan Potensi dan Inovasi

“Program ini luar biasa. Kreativesia bukan sekadar ajang lomba, melainkan wadah bergengsi yang mendorong pemuda untuk berani tampil, berkolaborasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi bangsa,” ujar Annas di Jakarta.

Annas juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Erick Thohir, yang dinilainya konsisten memberikan perhatian besar terhadap pengembangan potensi pemuda kreatif di Indonesia.

“Menpora Erick adalah sosok inspiratif yang mampu membawa semangat baru bagi generasi muda. Kepedulian beliau terhadap dunia kreatif sejalan dengan semangat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan, yang menegaskan pentingnya pemberdayaan dan partisipasi pemuda,” jelas Annas.

Lebih lanjut, Annas menegaskan bahwa terdapat harapan besar agar Menpora terus mengembangkan ekosistem industri kreatif nasional.

“Kalau di dunia olahraga ada PON, maka di dunia pemuda kreatif Kreativesia-lah ajangnya. Inilah ruang bagi anak muda untuk menampilkan bakat dan ide terbaik mereka,” tambahnya.

Dalam ajang ini, muncul pula kisah inspiratif dari para peserta yang mengangkat nilai-nilai budaya lokal. Salah satunya Azzahra Nazmanisa, yang memaknai Tapis Lampung bukan sekadar kain tradisional, melainkan media komunikasi budaya yang sarat makna dan nilai sejarah. Melalui karya serta aktivitasnya di media sosial, Azzahra berupaya “menjahit ulang narasi lokal” agar bisa dibaca dan diapresiasi oleh dunia.

Ia percaya bahwa budaya daerah memiliki kekuatan untuk menjadi identitas kreatif bangsa di kancah global. Menanggapi hal tersebut, Annas menegaskan bahwa industri fashion merupakan ruang strategis untuk branding budaya nasional.

“Kreativitas di bidang fashion tidak hanya soal gaya, tetapi juga tentang bagaimana budaya Indonesia dapat dikenal luas dan menjadi kebanggaan dunia,” tuturnya.

Kreativesia 2025 menjadi wadah pengembangan kreativitas dan inovasi pemuda yang menggabungkan unsur kompetisi, pameran, dan pembinaan. Program ini bertujuan membangun ekosistem kreatif yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan sekaligus menegaskan peran pemuda sebagai komunikator budaya di era modern.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *