Bali – Indonesia kembali menuai kepercayaan internasional di sektor sport tourism. Bali, dengan kombinasi kekuatan alam, budaya, serta infrastruktur olahraga modern, menjadi destinasi pilihan bagi klub sepak bola mancanegara untuk menjalani pemusatan latihan.
Bali United Training Center di Gianyar hadir sebagai salah satu fasilitas unggulan nasional. Kompleks pelatihan dengan sembilan lapangan berstandar internasional di atas lahan hampir 31 hektare ini menawarkan kualitas teknis sekaligus kenyamanan lingkungan latihan yang kompetitif.
Keunggulan tersebut menarik dua klub asal Korea Selatan, yakni Pohang Steelers dan Jeonbuk Reserves, untuk menjalani training camp pada 13 Januari hingga 2 Februari lalu. Kehadiran keduanya mempertegas posisi Indonesia sebagai alternatif utama pusat pelatihan sepak bola di kawasan Asia.
Pelatih kepala Pohang Steelers, Tae-ha Park, mengungkapkan bahwa keputusan berlatih di Indonesia diambil setelah melalui proses seleksi ketat terhadap sejumlah negara tujuan.
“Kami sebelum melakukan latihan di sini telah melakukan sejumlah inspeksi di beberapa negara yaitu Thailand, Vietnam dan juga Indonesia. Setelah melihat dan membandingkan kami memutuskan untuk berlatih di Indonesia dan berpeluang di tahun-tahun berikutnya akan memprioritaskan Bali United Training Center sebagai tujuan untuk kami melakukan pemusatan latihan,” jelas Coach Tae-ha.
Ekosistem sport tourism Bali juga diperkuat dengan dukungan layanan kesehatan berstandar internasional melalui Bali International Hospital (BIH). Kehadiran fasilitas medis modern tersebut memastikan keamanan dan penanganan optimal bagi atlet selama berada di Indonesia.
Pengembangan sport tourism merupakan bagian dari strategi besar Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis olahraga. Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Erick Thohir, menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi unik dalam mengintegrasikan sektor olahraga dan pariwisata.
“Jika kita bicara mengenai sport tourism, Indonesia memiliki kekuatan yang luar biasa. Selama ini kita dikenal dengan kekayaan alam sebagai objek wisata, padahal kondisi alam tersebut juga bisa kita jadikan arena olahraga. Ditambah lagi dengan fasilitas penunjang yang kita punya, seperti tempat pemusatan latihan, stadion dan lapangan sepakbola berkualitas, serta rumah sakit untuk tempat perawatan atlet. Dan ada satu faktor lagi yang membuat kita berpotensi mengawinkan sport dan tourism, yaitu kecintaan masyarakat Indonesia terhadap olahraga. Mengadakan pertandingan di sini, berarti akan kebanjiran penonton,” pungkas Menpora Erick.
Melalui sinergi lintas sektor, Indonesia optimistis mampu memperkuat citra sebagai destinasi sport tourism unggulan yang tidak hanya menawarkan fasilitas berkualitas, tetapi juga pengalaman olahraga yang menyeluruh dan berkelas dunia.














