LOMBOK TIMUR — Para alumni Madrasah Ash-Shaulatiyah, salah satu madrasah tertua dan bersejarah di Kota Makkah, Arab Saudi, resmi membentuk dan meresmikan Perkumpulan Ahbab Ash-Shaulatiyah di Villa Lawang Rinjani, Lombok Timur, Senin (18/5/2026).
Perkumpulan tersebut menjadi wadah silaturahmi sekaligus penguatan peran alumni dalam bidang pendidikan, dakwah, dan sosial kemasyarakatan di Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya Pulau Lombok.
Sebagai informasi, Madrasah Ash-Shaulatiyah dikenal sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam tertua di Makkah yang telah melahirkan banyak ulama besar Nusantara, di antaranya KH Hasyim Asy’ari, KH Ahmad Dahlan, serta Muhammad Zainuddin Abdul Madjid.
Pembina Ahbab Ash-Shaulatiyah, Dr. TGH. Muhammad Azzami Hamzah, M.Pd, menjelaskan bahwa lahirnya perkumpulan tersebut bukan proses instan, melainkan hasil perjalanan panjang para alumni melalui forum muzakarah kitab-kitab salafiyah yang telah berjalan sejak 2019.
“Perkumpulan ini lahir bukan secara tiba-tiba. Sejak 2019 kami sudah membentuk forum muzakarah kitab salafi yang dilaksanakan rutin setiap bulan. Setelah beberapa kitab berhasil ditamatkan dan kegiatan berjalan baik, akhirnya kami sepakat membentuk wadah resmi bernama Ahbab Ash-Shaulatiyah,” ujarnya.
Menurutnya, penggunaan nama Ahbab dipilih sebagai simbol persaudaraan sekaligus komitmen untuk menghadirkan kebermanfaatan nyata, bukan sekadar wadah formalitas.
“Nama ini kami ambil sebagai bentuk kecintaan sekaligus mengambil keberkahan dari madrasah tempat kami menimba ilmu di Kota Makkah,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum terpilih TGH. Mujahidin, M.Ag mengatakan perkumpulan ini akan difokuskan pada tiga bidang utama, yakni pendidikan, sosial, dan dakwah, sesuai dengan kapasitas para anggota yang mayoritas telah memiliki pondok pesantren dan majelis taklim masing-masing.
“Kami ingin perkumpulan ini tidak hanya sebatas nama, tetapi benar-benar memiliki implementasi nyata. Karena itu, kami menyesuaikan program dengan kemampuan dan aktivitas para anggota,” ujarnya.
Ia menjelaskan, berbagai program telah dipetakan, termasuk penguatan pendidikan keagamaan, kegiatan sosial bersama masyarakat, hingga agenda rihlah dakwah keliling Pulau Lombok.
Perkumpulan Ahbab Ash-Shaulatiyah juga mengusung motto “Rekatkan Ukhuwah, Tebarkan Manfaat untuk Sesama” sebagai semangat kebersamaan dalam menjalankan berbagai program keumatan.
“Insyaallah persatuan adalah kunci utama. Program yang telah dirancang akan dijalankan secara bertahap demi memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” tutupnya.
Adapun susunan kepengurusan Perkumpulan Ahbab Ash-Shaulatiyah terdiri dari unsur pembina, pengurus inti, hingga sejumlah divisi seperti penelitian dan dakwah, ekonomi, sosial, serta hubungan internasional yang diisi para alumni Madrasah Ash-Shaulatiyah di Lombok.














