Jakarta — Semangat membangun masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan digaungkan melalui kegiatan edukasi Green Energy yang digelar di SMK Negeri 5 Jakarta pada Selasa (19/5/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program PJSL hasil kolaborasi antara PLN Enjiniring bersama PLN (Persero) dalam meningkatkan literasi energi bersih kepada generasi muda.
Mengusung semangat “Energi Masa Depan: Hijau, Bersih, Terbaik”, kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah praktisi dan profesional di bidang energi dan kelistrikan untuk memberikan wawasan mengenai transisi energi, perkembangan teknologi ramah lingkungan, hingga peluang kerja di sektor energi terbarukan.
Kepala SMKN 5 Jakarta, Rugianto, dalam sambutannya menekankan pentingnya membangun kesadaran menjaga lingkungan sejak usia sekolah melalui kebiasaan sederhana namun berdampak besar.
“Menjaga bumi bisa dimulai dari hal kecil, seperti mematikan lampu saat tidak digunakan. Kebiasaan sederhana itu adalah langkah awal membangun kesadaran konservasi energi,” ujarnya di hadapan para siswa.
Sementara itu, VP Contract and Management PLN Enjiniring, Christine Fransisca, menjelaskan bahwa dunia saat ini tengah bergerak menuju sistem energi yang lebih bersih dan rendah emisi sebagai respons terhadap tantangan perubahan iklim global.
Menurutnya, dalam satu hingga dua dekade mendatang, kehidupan masyarakat akan semakin dekat dengan teknologi berbasis energi hijau.
“Ke depan kendaraan listrik akan semakin mendominasi. Rumah, sekolah, hingga berbagai fasilitas publik akan memanfaatkan panel surya, sementara teknologi berbasis kecerdasan buatan atau AI akan semakin terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa transformasi menuju energi bersih bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan global untuk menciptakan lingkungan hidup yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Dalam sesi edukasi, peserta juga mendapat pemahaman mengenai dampak positif penggunaan kendaraan listrik dalam menekan emisi karbon dibanding kendaraan berbahan bakar fosil.
Selain membahas energi hijau, kegiatan ini juga memberikan perspektif mengenai peluang karier masa depan. Manajer Pengembangan dan Pelayanan Human Capital PLN Enjiniring, Pantas Harbujuan Nababan, menyampaikan bahwa percepatan transisi energi telah membuka banyak peluang profesi baru di sektor ketenagalistrikan dan energi terbarukan.
“Perubahan industri bergerak sangat cepat. Karena itu, generasi muda harus menyiapkan diri dengan kompetensi yang sesuai kebutuhan dunia kerja di masa depan,” katanya.
Ia menambahkan, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin pesat telah mengubah kebutuhan dunia industri dan dunia kerja (DUDIKA), termasuk dalam sektor energi.
Melalui kegiatan edukasi ini, para siswa diharapkan tidak hanya memahami pentingnya energi bersih bagi keberlanjutan lingkungan, tetapi juga termotivasi untuk mengambil peran dalam transformasi energi nasional.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam mencetak generasi muda yang sadar lingkungan, adaptif terhadap perubahan teknologi, serta siap menghadapi tantangan industri energi masa depan.














