Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

FP NTT Sumut Resmi Terdaftar di Kesbangpol, Tegaskan Komitmen Rawat Kebinekaan

1
×

FP NTT Sumut Resmi Terdaftar di Kesbangpol, Tegaskan Komitmen Rawat Kebinekaan

Share this article
Dewan Pimpinan Wilayah Forum Pemuda Nusa Tenggara Timur (DPW FP NTT) Sumatera Utara
Dewan Pimpinan Wilayah Forum Pemuda Nusa Tenggara Timur (DPW FP NTT) Sumatera Utara

MEDAN — Dewan Pimpinan Wilayah Forum Pemuda Nusa Tenggara Timur (DPW FP NTT) Sumatera Utara resmi tercatat sebagai organisasi kemasyarakatan di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Pencatatan tersebut ditandai dengan penyerahan Surat Pelaporan Keberadaan Ormas Forum Pemuda NTT Wilayah Sumatera Utara oleh Kepala Badan Kesbangpol Sumatera Utara, Mulyono, kepada Ketua DPW FP NTT Sumut, Devis Abuimau Karmoy, Selasa (18/8/2026).

Example 300x600

Penyerahan berlangsung di Kantor Kesbangpol Provinsi Sumatera Utara, Jalan Jenderal Gatot Subroto Nomor 361, Medan. Dalam kesempatan tersebut, Devis hadir bersama Mifta Fariz Boli Malakalu, diaspora asal Larantuka, Nusa Tenggara Timur, yang mewakili pengurus DPW FP NTT Sumut.

Ketua DPW FP NTT Sumut, Devis Abuimau Karmoy, mengatakan pencatatan tersebut menjadi pijakan penting bagi organisasi untuk menjalankan peran sosial sekaligus membangun sinergi dengan pemerintah daerah.

“Secara resmi hari ini kami memperoleh Surat Keterangan Terdaftar (SKT) dari Kepala Badan Kesbangpol Pemprov Sumatera Utara. Dengan diketahuinya organisasi ini oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, tentu saja Forum Pemuda NTT kini menjadi ormas yang dapat bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara secara inklusif,” kata Devis dalam keterangannya.

Menurut Devis, legalitas organisasi tersebut membuka ruang bagi FP NTT Sumut untuk mengambil bagian dalam berbagai kegiatan sosial dan pembangunan daerah.

Ia menegaskan, FP NTT Sumut siap berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, terutama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Selain itu, organisasi tersebut juga akan berupaya memberikan kontribusi pemikiran dan gagasan dalam mendukung pembangunan daerah.

Devis menilai keberagaman budaya yang dimiliki masyarakat Nusa Tenggara Timur memiliki sejumlah kesamaan dengan karakter masyarakat Sumatera Utara yang hidup dalam keberagaman.

Keragaman tersebut mencakup seni, bahasa, adat istiadat, serta latar belakang sosial masyarakat. Menurut Devis, kondisi tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat persatuan dan merawat kebinekaan di Sumatera Utara.

“NTT dikenal dengan negeri pluralisme, memiliki beragam seni dan budaya, bahasa dan adat istiadat yang secara sosiologi memiliki kemiripan dengan masyarakat Sumatera Utara. Karena itu, keberadaan warga Nusa Tenggara Timur dipastikan akan ikut merawat kebinekaan di Sumatera Utara,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kesbangpol Sumatera Utara, Mulyono, menyambut baik keberadaan FP NTT di wilayah Sumatera Utara.

Mulyono mengajak warga Nusa Tenggara Timur yang berada di Sumatera Utara untuk turut menjaga kerukunan serta memperkuat hubungan persaudaraan di tengah masyarakat yang memiliki latar belakang budaya dan daerah yang beragam.

Menurutnya, organisasi masyarakat berbasis komunitas daerah memiliki peran penting dalam memperkuat persatuan dan menjaga keharmonisan sosial. Karena itu, keberadaan FP NTT diharapkan mampu menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai perbedaan secara konstruktif.

“Fungsi Forum (FP NTT) di Sumut diharapkan dapat menyatukan perbedaan sehingga tidak menimbulkan konflik kedaerahan,” kata Mulyono.

Dengan terdaftarnya FP NTT Sumut di Kesbangpol, organisasi tersebut diharapkan dapat menjalankan program secara lebih terarah dan bertanggung jawab.

Legalitas tersebut sekaligus menjadi dasar bagi FP NTT Sumut untuk memperluas kolaborasi dengan pemerintah, masyarakat, serta berbagai elemen lainnya dalam menjaga kerukunan dan mendukung pembangunan di Sumatera Utara.

Ke depan, FP NTT Sumut diharapkan tidak hanya menjadi wadah bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur di Sumatera Utara, tetapi juga menjadi bagian dari kekuatan masyarakat sipil yang ikut menjaga persatuan, merawat kebinekaan, dan memberikan kontribusi positif bagi daerah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *