Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BeritaOlahraga

Kemenpora Perkuat Sinkronisasi Program Olahraga dan Kepemudaan Pusat-Daerah

5
×

Kemenpora Perkuat Sinkronisasi Program Olahraga dan Kepemudaan Pusat-Daerah

Share this article

Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Erick Thohir menyoroti pentingnya perencanaan dan pemeliharaan fasilitas olahraga agar tidak terbengkalai setelah dibangun. Ia meminta pemerintah pusat dan daerah memperkuat koordinasi dalam merancang program pembangunan olahraga yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kamis ( 15/10/2026).

Hal tersebut disampaikan Erick dalam forum bersama kepala dinas yang membidangi pemuda dan olahraga dari berbagai daerah. Forum tersebut menjadi ruang koordinasi untuk menyelaraskan kebijakan dan program pemerintah dalam pengembangan olahraga serta kepemudaan nasional.

Example 300x600

Erick menegaskan, pembangunan fasilitas olahraga harus didasarkan pada riset dan perencanaan yang matang. Menurutnya, pembangunan tidak boleh hanya berorientasi pada penyediaan infrastruktur tanpa memperhatikan pemanfaatan dan perawatannya.

“Jangan sampai hanya kami Kemenpora merekomendasikan tetapi tidak ditindaklanjuti oleh kementerian lain. Tetapi juga kasihan kementerian lain seperti Pak Dody/Staf PUPR membangun tetapi habis itu tidak dirawat,” ujar Erick.

Ia menilai, penggunaan anggaran negara harus dipertanggungjawabkan melalui program yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, koordinasi antarkementerian dan pemerintah daerah diperlukan untuk memastikan fasilitas olahraga dapat digunakan secara optimal.

Erick juga menekankan bahwa pembangunan sarana olahraga harus mempertimbangkan kebutuhan masyarakat di setiap daerah. Dengan demikian, fasilitas yang dibangun tidak berakhir menjadi bangunan yang minim pemanfaatan akibat kurangnya perencanaan maupun pengelolaan.

Kemenpora Siapkan Pertemuan Bulanan dengan Dispora

Sebagai upaya memperkuat koordinasi, Erick menyampaikan bahwa Kemenpora akan mengadakan pertemuan tematik setiap bulan bersama dinas pemuda dan olahraga daerah. Sementara itu, pertemuan konsolidasi akan dilaksanakan satu kali dalam setahun.

Pembahasan bulanan nantinya dapat difokuskan pada persoalan tertentu, termasuk pembangunan, pemanfaatan, dan pemeliharaan fasilitas olahraga di daerah.

Melalui mekanisme tersebut, pemerintah diharapkan memiliki kesamaan persepsi dalam menjalankan program olahraga. Kepala dinas juga diharapkan dapat menyampaikan hasil pembahasan kepada kepala daerah masing-masing agar tindak lanjut kebijakan berjalan lebih efektif.

Selain persoalan infrastruktur, Erick mengungkapkan rencana untuk mendorong perbaikan Undang-Undang Olahraga dan regulasi di bidang kepemudaan melalui DPR. Langkah tersebut ditujukan untuk memperkuat landasan pengembangan olahraga dan kepemudaan nasional.

Daerah Didorong Fokus pada Cabang Olahraga Unggulan

Dalam forum tersebut, Erick turut menyinggung arah pembinaan prestasi olahraga nasional. Ia menyebut pemerintah akan mendorong daerah untuk memfokuskan pembinaan pada 21 cabang olahraga unggulan yang tercantum dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).

Menurutnya, fokus pembinaan diperlukan untuk mendukung pencapaian prestasi Indonesia di tingkat internasional, terutama pada ajang Olimpiade.

“Kita harapkan nanti semua daerah mulai memfokuskan ke 21 cabor ini. Olahraga lain tetap kita dorong, tetapi kita kan tujuannya tadi, Olimpiade,” katanya.

Meski demikian, Erick menegaskan bahwa olahraga di luar cabang unggulan tetap perlu dikembangkan melalui kegiatan olahraga masyarakat.

Salah satu program yang didorong adalah Car Free Day (CFD) di seluruh kota dan kabupaten. Kegiatan tersebut dinilai dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam aktivitas fisik, seperti berjalan kaki, berlari, dan mengikuti senam.

Erick menilai olahraga memiliki manfaat yang lebih luas daripada sekadar prestasi kompetitif. Selain meningkatkan kesehatan masyarakat, olahraga juga dinilai berkontribusi terhadap pembangunan karakter bangsa dan pertumbuhan ekonomi.

“Olahraga bukan biaya, tapi olahraga adalah investasi untuk karakter bangsa, pembangunan; olahraga adalah juga untuk kesehatan masyarakat; dan juga olahraga untuk keekonomian,” tuturnya.

Melalui koordinasi yang lebih kuat antara pemerintah pusat dan daerah, Kemenpora berharap pembangunan fasilitas, pembinaan atlet, dan pengembangan olahraga masyarakat dapat berjalan secara berkelanjutan serta memberikan manfaat nyata bagi publik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *