Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

Program Dospulkam IPB 2026 Hasilkan Panen Sayuran, Dorong Ketahanan Pangan Warga Bogor

6
×

Program Dospulkam IPB 2026 Hasilkan Panen Sayuran, Dorong Ketahanan Pangan Warga Bogor

Share this article

BOGOR – Program Dosen Pulang Kampung (Dospulkam) IPB 2026 di Cluster Linggabuana, Pakuan Regency, Bogor, mulai menunjukkan hasil melalui panen sayuran yang dibudidayakan bersama warga. Program ini mengintegrasikan pengelolaan sampah organik rumah tangga dengan pertanian perkotaan atau urban farming untuk menciptakan lingkungan yang lebih hijau sekaligus mendukung ketahanan pangan keluarga. Rabu ( 28/10/2026).

Sekitar satu setengah bulan setelah penanaman, kangkung dan bayam berhasil dipanen bersama ibu-ibu Posyandu Parency. Sementara itu, tanaman tomat dan terong mulai berbuah, sedangkan cabai memasuki fase pembungaan.

Example 300x600

Hasil tersebut merupakan tindak lanjut kegiatan sosialisasi dan praktik urban farming yang dilaksanakan pada 12 September 2026. Kegiatan itu melibatkan 37 peserta yang terdiri atas kader Posyandu Parency dan tokoh masyarakat setempat.

Anggota Tim Dospulkam IPB, Iis Purnamawati, S.P., M.Si., memberikan pembekalan mengenai jenis dan karakteristik tanaman hortikultura, teknik penanaman, serta perawatan tanaman. Setelah sesi pembekalan, peserta mempraktikkan langsung budidaya sayuran menggunakan pot dan bedengan (raised bed) yang telah disiapkan di Taman Linggabuana.

Dalam kegiatan tersebut, warga menanam benih kangkung dan bayam secara bersama-sama. Peserta juga mendapatkan bibit tomat, cabai, dan terong untuk dibudidayakan secara mandiri di pekarangan rumah masing-masing.

Selain mendorong budidaya tanaman pangan, program ini memperkenalkan pengelolaan sampah organik melalui pemilahan dari sumber, pengomposan menggunakan wadah sederhana, serta pemanfaatan larva Black Soldier Fly (BSF) sebagai alternatif penguraian bahan organik.

Melalui pendekatan tersebut, sampah rumah tangga dan daun kering diarahkan agar dapat diolah menjadi bahan organik yang bermanfaat bagi tanah. Dengan demikian, pengelolaan sampah tidak hanya berfokus pada pengurangan limbah, tetapi juga mendukung kegiatan pertanian di lingkungan permukiman.

Di Taman Linggabuana, bedengan tanaman ditempatkan berdampingan dengan bak komposter sebagai sarana pembelajaran pengelolaan sampah dan produksi pangan secara terpadu. Penataan tersebut menjadi contoh pemanfaatan kembali bahan organik untuk mendukung pertumbuhan tanaman.

Program Dospulkam IPB 2026 diketuai Prof. Dr. Lailan Syaufina dengan anggota Prof. Dr. Illah Sailah, Prof. Dr. A. Faroby Falatehan, Prof. Dr. Arief Sabdo Yuwono, dan Iis Purnamawati, M.Si.

Melalui program ini, Taman Linggabuana dikembangkan menjadi kebun pangan komunitas (food garden) sekaligus lahan percontohan bagi masyarakat. Inisiatif tersebut menunjukkan bahwa budidaya sayuran dapat dilakukan melalui pemanfaatan pekarangan rumah, pot, maupun ruang terbuka bersama tanpa membutuhkan lahan yang luas.

Pengembangan kebun pangan komunitas diharapkan dapat mendorong keterlibatan masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya lokal secara berkelanjutan. Integrasi pengelolaan sampah organik dan pertanian pekarangan juga diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih produktif serta memperkuat kemandirian pangan pada tingkat rumah tangga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *