Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Opini

HUT Ke-81 RI, Momentum Memperkuat Transformasi Teknologi dan Industri Nasional

32
×

HUT Ke-81 RI, Momentum Memperkuat Transformasi Teknologi dan Industri Nasional

Share this article
Andri Frediansyah, S.T., Koordinator Divisi Teknologi dan Industri Pengurus Besar Ikatan Keluarga Alumni BEM Nusantara (PB IKA BEMNUS)

Oleh: Andri Frediansyah, S.T.
Koordinator Divisi Teknologi dan Industri PB IKA BEMNUS

Jakarta — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan bangsa sekaligus memperkuat komitmen menghadapi tantangan masa depan, khususnya dalam bidang teknologi, industri, inovasi, dan kemandirian ekonomi nasional.

Example 300x600

Menurut Andri Frediansyah, S.T., Koordinator Divisi Teknologi dan Industri Pengurus Besar Ikatan Keluarga Alumni BEM Nusantara (PB IKA BEMNUS), 81 tahun kemerdekaan Indonesia harus menjadi titik tolak untuk mempercepat transformasi teknologi dan membangun industri nasional yang kuat, inovatif, berdaya saing, serta mampu menciptakan nilai tambah di dalam negeri.

Kemerdekaan di era modern, kata Andri, tidak cukup dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan, tetapi juga sebagai kemampuan bangsa untuk berdiri secara mandiri dalam menguasai teknologi, mengembangkan industri strategis, dan mengelola sumber daya nasional sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat.

“Kemerdekaan di era digital harus kita maknai sebagai kemampuan untuk berdiri di atas kekuatan sendiri. Indonesia harus mampu menguasai teknologi, memperkuat industri nasional, menciptakan inovasi, dan mengurangi ketergantungan terhadap teknologi serta produk dari luar negeri,” ujar Andri.

Pemuda Harus Menjadi Pencipta Teknologi

Perkembangan kecerdasan buatan, otomatisasi, energi terbarukan, semikonduktor, dan ekonomi digital membuka peluang besar bagi Indonesia. Namun, peluang tersebut harus diikuti dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia serta kebijakan yang mampu menciptakan ekosistem inovasi nasional.

Dalam konteks tersebut, generasi muda dan mahasiswa dinilai memiliki posisi strategis. Mereka tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi harus didorong menjadi pencipta teknologi, inovator, entrepreneur, engineer, dan pemimpin industri masa depan.

“Indonesia membutuhkan generasi muda yang tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi mampu menjadi inventor, engineer, entrepreneur, dan pemimpin industri. Kita harus membangun ekosistem yang mempertemukan pendidikan, riset, dunia usaha, industri, pemerintah, dan komunitas pemuda,” katanya.

Menurut Andri, pembangunan teknologi nasional juga harus diarahkan untuk menjawab persoalan nyata masyarakat. Teknologi harus mampu memberikan solusi terhadap berbagai tantangan, mulai dari ketahanan pangan, kesehatan, pendidikan, energi, transportasi, pertahanan, hingga pengembangan industri berbasis sumber daya lokal.

Hilirisasi Harus Menghasilkan Nilai Tambah

Selain penguasaan teknologi, Andri menekankan pentingnya hilirisasi dan peningkatan nilai tambah industri nasional.

Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah. Namun, kekayaan tersebut harus diikuti dengan kemampuan mengolah bahan mentah menjadi produk bernilai tambah tinggi melalui penguasaan teknologi dan penguatan industri dalam negeri.

“Jangan sampai kita hanya menjadi negara yang kaya sumber daya tetapi menjual bahan mentah dan membeli kembali produk jadinya dengan harga yang jauh lebih tinggi. Kemerdekaan ekonomi harus diwujudkan melalui penguatan industri nasional dan penguasaan teknologi,” tegasnya.

Ia menilai, kemandirian teknologi dan industri merupakan bagian penting dari kedaulatan ekonomi. Indonesia harus mulai memperkuat kemampuan riset, manufaktur, rekayasa, serta pengembangan produk dalam negeri agar tidak hanya menjadi pasar bagi produk teknologi global.

Kolaborasi Menjadi Kunci

Sebagai Koordinator Divisi Teknologi dan Industri PB IKA BEMNUS, Andri juga mendorong penguatan kolaborasi antara alumni, perguruan tinggi, pemerintah, pelaku industri, startup, komunitas teknologi, dan generasi muda.

Kolaborasi lintas sektor tersebut dinilai penting untuk menciptakan ekosistem inovasi yang mampu melahirkan produk dan solusi teknologi karya anak bangsa.

Perguruan tinggi, misalnya, tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan, tetapi juga harus semakin kuat dalam menghasilkan riset yang dapat diterapkan oleh industri. Di sisi lain, dunia usaha perlu membuka ruang lebih luas bagi talenta muda dan hasil riset dalam negeri.

Mengisi Kemerdekaan dengan Karya

Andri berharap peringatan HUT ke-81 RI tidak berhenti sebagai agenda seremonial. Momentum kemerdekaan harus menjadi kesempatan untuk membangun kesadaran kolektif bahwa masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh kemampuan bangsa dalam menguasai teknologi, memperkuat industri, dan menyiapkan sumber daya manusia unggul.

“81 tahun Indonesia merdeka harus menjadi titik untuk melangkah lebih jauh. Kita ingin Indonesia bukan hanya menjadi pasar teknologi dan industri global, tetapi menjadi negara yang mampu menciptakan, mengembangkan, dan mengekspor teknologi serta produk industri karya anak bangsa,” ungkapnya.

Menurutnya, transformasi teknologi dan industrialisasi juga harus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Kemajuan tersebut harus mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, memperkuat UMKM, membuka ruang bagi generasi muda, serta meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.

Pada akhirnya, perjuangan bangsa tidak berhenti ketika kemerdekaan berhasil direbut. Generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk mengisi kemerdekaan melalui ilmu pengetahuan, inovasi, teknologi, industri, dan karya nyata.

“Merdeka bukan hanya bebas menentukan arah bangsa, tetapi juga berdaulat dalam teknologi, kuat dalam industri, dan mampu berdiri dengan kekuatan sendiri.”

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. 🇮🇩

Merdeka!

Andri Frediansyah, S.T.
Koordinator Divisi Teknologi dan Industri
Pengurus Besar Ikatan Keluarga Alumni BEM Nusantara (PB IKA BEMNUS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *