Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

Momentum 1 Muharram, KH Hambali Ajak Masyarakat Hijrah Kebangsaan

2
×

Momentum 1 Muharram, KH Hambali Ajak Masyarakat Hijrah Kebangsaan

Share this article
Pimpinan Pondok Pesantren Hidayatussalam Bekasi, KH Hambali
Pimpinan Pondok Pesantren Hidayatussalam Bekasi, KH Hambali

Bekasi – Pimpinan Pondok Pesantren Hidayatussalam Bekasi, KH Hambali, mengajak masyarakat menjadikan momentum Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah sebagai sarana memperkuat persatuan, menjaga kerukunan, serta membangun optimisme menuju Indonesia yang lebih maju dan bermartabat.

Ajakan tersebut disampaikan KH Hambali saat menghadiri doa bersama untuk keselamatan bangsa dan pawai 1.000 obor dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam di Desa Sukajadi, Kabupaten Bekasi, Senin (15/6/2026).

Example 300x600

Dalam kesempatan itu, KH Hambali menegaskan bahwa makna hijrah tidak hanya dimaknai sebagai perubahan pribadi menuju kebaikan, tetapi juga harus tercermin dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat.

“Momentum 1 Muharram bukan hanya mengingatkan kita untuk berhijrah menjadi pribadi yang lebih baik, tetapi juga mengajak seluruh anak bangsa berhijrah menuju Indonesia yang semakin kuat, bersatu, dan maju,” ujar KH Hambali.

Menurut dia, di tengah derasnya arus informasi dan dinamika sosial yang berkembang, masyarakat perlu lebih cermat dan bijak dalam menyikapi berbagai isu yang beredar di ruang publik.

Ia mengingatkan bahwa hoaks, fitnah, dan narasi provokatif dapat menjadi ancaman bagi harmoni sosial apabila diterima tanpa sikap kritis dan tanggung jawab bersama.

“Indonesia adalah rumah besar kita bersama. Jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar atau narasi yang memecah belah persaudaraan. Perbedaan harus menjadi kekuatan untuk membangun bangsa, bukan alasan untuk saling bermusuhan,” katanya.

KH Hambali menilai, menjaga persatuan bangsa merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, hingga generasi muda sebagai penerus bangsa.

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk menjaga stabilitas sosial sekaligus mendukung berbagai upaya pembangunan nasional yang dilakukan pemerintah demi terwujudnya Indonesia yang lebih kuat, mandiri, dan berdaulat.

“Kita harus meyakini bahwa berbagai ikhtiar pembangunan yang dilakukan pemerintah bertujuan untuk kebaikan bersama. Dukungan masyarakat sangat penting agar pembangunan berjalan optimal dan manfaatnya dapat dirasakan seluruh rakyat,” jelasnya.

Meski demikian, KH Hambali menegaskan bahwa dukungan terhadap pemerintah tidak berarti menutup ruang kritik. Dalam demokrasi, kritik yang objektif dan konstruktif tetap diperlukan sebagai bentuk kepedulian terhadap jalannya pemerintahan.

“Kritik yang disampaikan secara bertanggung jawab tentu diperlukan. Namun, fitnah, hoaks, dan narasi kebencian yang berpotensi memecah persatuan bangsa harus ditolak bersama,” ujarnya.

Lebih lanjut, KH Hambali berharap semangat hijrah pada Tahun Baru Islam dapat menjadi energi positif untuk memperkuat kepedulian sosial, semangat gotong royong, serta kecintaan terhadap tanah air.

Menurutnya, kegiatan doa bersama dan pawai 1.000 obor tidak hanya menjadi tradisi menyambut pergantian tahun Hijriah, tetapi juga simbol harapan dan kebersamaan masyarakat dalam menjaga persatuan bangsa.

“Semoga 1 Muharram menjadi momentum mempererat persaudaraan, memperkuat persatuan, dan membangun optimisme bersama. Dengan doa, kebersamaan, dan kerja kolektif seluruh elemen bangsa, kita yakin Indonesia akan semakin maju, damai, dan bermartabat,” tutup KH Hambali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *