Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BeritaOlahraga

Indonesia Tuan Rumah Asian Boxing U19 dan U23 Championship 2026, Menpora Dorong Kolaborasi Olahraga Asia

1
×

Indonesia Tuan Rumah Asian Boxing U19 dan U23 Championship 2026, Menpora Dorong Kolaborasi Olahraga Asia

Share this article
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir, resmi membuka Asian Boxing U19 dan U23 Championship 2026 di Basket Hall Gelora Bung Karno (GBK)
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir, resmi membuka Asian Boxing U19 dan U23 Championship 2026 di Basket Hall Gelora Bung Karno (GBK)

Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir, resmi membuka Asian Boxing U19 dan U23 Championship 2026 di Basket Hall Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Minggu (5/7/2026). Kejuaraan yang diikuti 488 delegasi dari 20 negara Asia tersebut dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat pembinaan atlet muda sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai tuan rumah ajang olahraga internasional.

Dalam sambutannya, Erick menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Indonesia untuk menyelenggarakan kejuaraan tinju usia muda paling bergengsi di kawasan Asia.

Example 300x600

“Indonesia bangga menjadi tuan rumah Asian Boxing U-19 dan U-23 Championship 2026 yang diikuti 488 delegasi dari 20 negara Asia,” ujarnya.

Menurut Menpora, kejuaraan tersebut tidak hanya menjadi arena persaingan memperebutkan prestasi, tetapi juga menjadi ruang membangun persahabatan, memperkuat solidaritas, dan meningkatkan kualitas olahraga tinju di kawasan Asia.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Indonesia berkomitmen memberikan pelayanan terbaik agar seluruh peserta dapat bertanding dalam suasana yang aman, nyaman, dan menjunjung tinggi nilai sportivitas.

“Kejuaraan ini bukan sekadar kompetisi. Ini adalah ruang untuk saling belajar, bertukar pengalaman, dan bersama-sama meningkatkan standar olahraga tinju di Asia,” kata Erick.

Lebih lanjut, Menpora menilai kejuaraan ini memiliki arti strategis dalam proses regenerasi atlet. Menurutnya, kompetisi internasional menjadi sarana penting bagi petinju muda untuk mengasah kemampuan teknis, memperkuat mental bertanding, sekaligus menambah pengalaman menghadapi lawan dari berbagai negara.

“Semakin sering atlet muda berkompetisi di level internasional, semakin besar peluang mereka berkembang menjadi atlet elite dunia,” ujarnya.

Erick juga mengajak seluruh federasi tinju di Asia memperkuat kolaborasi dalam pembinaan atlet usia muda, peningkatan kualitas pelatih, serta penyelenggaraan kompetisi yang berkesinambungan.

Menurutnya, kemajuan olahraga tinju Asia hanya dapat dicapai melalui kerja sama yang erat antarfederasi dan komitmen bersama dalam membangun sistem pembinaan yang berkelanjutan.

“Kita telah melihat banyak kemajuan olahraga Asia selama beberapa tahun terakhir. Namun masih banyak target yang harus dicapai bersama agar Asia semakin kompetitif di tingkat dunia,” katanya.

Menpora optimistis negara-negara Asia memiliki potensi besar untuk meraih prestasi yang lebih tinggi pada ajang-ajang internasional, termasuk Olimpiade.

Karena itu, Asian Boxing U19 dan U23 Championship 2026 dinilai menjadi bagian dari proses panjang dalam menyiapkan generasi petinju muda yang mampu bersaing di panggung dunia.

“Kita ingin melihat semakin banyak atlet Asia berdiri di podium Olimpiade dan meraih medali emas. Melalui kompetisi yang berkualitas, pembinaan yang berkelanjutan, dan kolaborasi yang semakin kuat, saya yakin cita-cita itu dapat diwujudkan,” tegas Erick.

Selain menjadi wadah pembinaan atlet, penyelenggaraan Asian Boxing U19 dan U23 Championship 2026 juga memperkuat reputasi Indonesia sebagai tuan rumah berbagai kejuaraan olahraga internasional. Kepercayaan tersebut dinilai menjadi modal penting dalam mendorong diplomasi olahraga sekaligus meningkatkan posisi Indonesia dalam kalender olahraga dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *